Hanya aset milik negara yang dijaga ketat, kendati pula masih sering raib ditilep koruptor. (Ilustrasi: Lontar.co)

Sandal Warga di Sidang RT

About Author
0 Comments

Ada yang bilang demokrasi itu dimulai dari pemilu. Tapi di kampungku, demokrasi dimulai dari kehilangan sandal di masjid.

Karena setiap kali ada yang kehilangan sandal, langsung ada sidang RT tidak resmi di bawah pohon mangga. Warga kumpul, menyidangkan siapa kira-kira pelaku yang ‘terpeleset niatnya’.

Biasanya tersangka utamanya itu anak kos baru. Padahal dia jelas-jelas pakai sepatu. Tapi karena warga belum kenal, langsung dicurigai.

“Pokoknya sejak anak kos itu pindah, sandal Pak RW ilang dua kali!” Padahal bisa saja Pak RW yang keliru malah bawa pulang sandal Pak RT, seperti biasa.

Solusinya? Simpel. Masjid pasang CCTV. Tapi yang dipantau bukan kotak amal, bukan mimbar, bukan jamaah. Tapi rak sandal. Karena di negeri ini, kehilangan satu pasang sandal bisa lebih viral dari kehilangan satu pasal dalam undang-undang.(*)

Further reading

  • Betapa Mahal Alam Membalas

    Meski air sudah surut. Tetapi, duka cita warga dan keluarga korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, belum pulih benar. Pemulihan pascabencana (disaster recovery) itu yang amat berat! (Lontar.co): Trauma oleh bencana, tak mudah menghapusnya. Seorang kenalan yang langsung terlibat dalam bencana tsunami di Aceh 26 Desember 2024, “luka”-nya sampai kini belum pulih. Seluruh […]
  • Ijazah, Hanya Satu Kata, Tunjukkan!

    Di Kantin Nusantara TIM Jakarta, suatu hari di bulan September 2025, obrolan dari seni, sastra, dan akhirnya sampai ke soal ijazah. Masalahnya yang menyita publik Indonesia berbulan-bulan, namun belum ada celah untuk mendapatkan cahaya! (Lontar.co): Kawan, yang juga sastrawan dan akademisi di suatu perguruan tinggi swasta di Jakarta itu, sampai pada statemen bahwa ijazah Joko […]
  • In Memoriam Tjahjono Widarmanto:  Membaca Tanda ‘Senja Cokelat Tua’  

    Tiba-tiba saya teringat puisi Tjahjono Widarmanto — kembaran Tjahjono Widijanto, keduanya sastrawan, dimuat KBANews, tatkala saya baca kabar lelayu yang dibagikan Tengsoe Tjahjono di FB-nya, Kamis 27 November 2025 pagi. Nama yang disebut terakhir juga sastrawan. Ketiganya adalah akademisi.  (Lontar.co): Puisi itu berjudul “Angin, Malam, dan Catatan Beku”. Ini puisi lengkap Tjahjono Widarmanto (selanjutnya saya sebut […]