Rohis SMAN 1 Gunung Terang Guncang Panggung dengan Drama Kolosal

About Author
0 Comments

Diselimuti perasaan berdebar, anggota ekstrakurikuler Rohis SMAN 1 Gunung Terang tampil mengawali peringatan Hari Pahlawan.

(Lontar.co): Penampilan dibuka dengan sosok Mbok Jamu yang genit, berhasil memancing tawa dan tepuk tangan meriah penonton sebagai awal dari pertunjukan.

Drama kolosal yang ditampilkan tidak hanya menonjolkan unsur ketegangan, tetapi juga diselingi dengan kehadiran sosok jenaka yang mengundang tawa penonton. Salah satu adegan yang diperankan oleh Alif Kurniatulloh sebagai tokoh Belanda berhasil mencuri perhatian.

BACA JUGA  SMKN 1 Kalianda Turut Mengukir Rekor MURI di Lamsel Fest 2025
Salah satu bagian dramatis dari tampilan drama kolosal. (Foto: ist)

Dengan gaya leher miring dan cara bicara yang tergagap-gagap, ia berhasil menambah kesan jenaka dalam pertunjukan. “Amit-amit jabang bayi,” ucap spontan para pemeran ibu, sambil mengelus dada mereka, disambut gelak tawa penonton.

Adegan klimaks ditandai dengan pecahnya pertempuran antara pasukan Belanda dan pejuang Indonesia. Dengan semangat pantang menyerah, para pejuang Indonesia akhirnya berhasil mengalahkan pasukan Belanda.

Momen mengharukan terjadi saat detik-detik terakhir perjuangan para pahlawan Indonesia, ketika mereka menghembuskan napas terakhir tanpa penyesalan sambil tetap menyerukan semangat kemerdekaan untuk Indonesia.

BACA JUGA  Kiprah Ekskul Jurnalistik SMAN 1 Punduh Pedada, Juara di Kesan Fest 2025 Tingkat Pesawaran

Suasana semakin haru ketika para penonton ikut terbawa emosi, bahkan tak sedikit yang meneteskan air mata.Pertunjukan ditutup dengan penampilan puisi singkat yang dibawakan oleh Amelia Sari. Dengan penghayatan yang mendalam, puisinya menjadi penutup yang indah dan berkesan bagi seluruh penonton.

Penjiwaan pembacaan puisi makin membawa larut peninton drama. (Foto: ist)

Setelah itu, para pemeran berkumpul untuk memberi penghormatan kepada penonton dengan penuh rasa bangga dan haru.

BACA JUGA  Alumni SMAN 1 Abung Semuli Tebar Inspirasi, Dream Big Start Small

“Saya bangga kepada kalian. Pertunjukan ini sukses besar, dan kalian tampil dengan totalitas luar biasa. Semoga ke depannya kalian semakin kreatif dan terus berkembang,” ujar Akhwan, guru pembina yang turut mendampingi selama proses latihan, Senin (10 November 2025).

Secara keseluruhan, pertunjukan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Tepuk tangan meriah dari satu lapangan menjadi penutup yang indah dan penuh kebanggaan.(*)


(Penulis: Amelia Sari, SMAN 1 Gunung Terang)

Further reading

  • Betapa Mahal Alam Membalas

    Meski air sudah surut. Tetapi, duka cita warga dan keluarga korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, belum pulih benar. Pemulihan pascabencana (disaster recovery) itu yang amat berat! (Lontar.co): Trauma oleh bencana, tak mudah menghapusnya. Seorang kenalan yang langsung terlibat dalam bencana tsunami di Aceh 26 Desember 2024, “luka”-nya sampai kini belum pulih. Seluruh […]
  • Ijazah, Hanya Satu Kata, Tunjukkan!

    Di Kantin Nusantara TIM Jakarta, suatu hari di bulan September 2025, obrolan dari seni, sastra, dan akhirnya sampai ke soal ijazah. Masalahnya yang menyita publik Indonesia berbulan-bulan, namun belum ada celah untuk mendapatkan cahaya! (Lontar.co): Kawan, yang juga sastrawan dan akademisi di suatu perguruan tinggi swasta di Jakarta itu, sampai pada statemen bahwa ijazah Joko […]
  • In Memoriam Tjahjono Widarmanto:  Membaca Tanda ‘Senja Cokelat Tua’  

    Tiba-tiba saya teringat puisi Tjahjono Widarmanto — kembaran Tjahjono Widijanto, keduanya sastrawan, dimuat KBANews, tatkala saya baca kabar lelayu yang dibagikan Tengsoe Tjahjono di FB-nya, Kamis 27 November 2025 pagi. Nama yang disebut terakhir juga sastrawan. Ketiganya adalah akademisi.  (Lontar.co): Puisi itu berjudul “Angin, Malam, dan Catatan Beku”. Ini puisi lengkap Tjahjono Widarmanto (selanjutnya saya sebut […]