Trio Pemimpin Muda Provinsi Lampung: Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, Wakil Gubernur Jihan Nurlela, dan Sekdaprov Marindo Kurniawan. (Desain grafis: GUN)

Lampung ‘Gemintang’ Mencari Bintang-Bintang Baru

About Author
0 Comments

Roda rotasi untuk jabatan pimpinan dinas/badan di lingkungan Pemprov Lampung mulai berputar, dan diprediksi akan semakin cepat pada akhir Juni sampai Juli 2025 nanti.  Meskipun banyak rumor yang beredar tentang siapa-siapa saja pejabat yang akan dilantik, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal pasti akan memilih sumber daya manusia yang memenuhi kualifikasi untuk memastikan tiga misi besar “Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas 2045” dapat tercapai.

Ketiga misi besar tersebut adalah:

BACA JUGA  Pajak Menjerat Pers, PWI dan AMSI Lampung Kirim Manifesto untuk Kemenkeu RI

1. Pertumbuhan Ekonomi Inklusif: Mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, mandiri, dan inovatif.
2. Sumber Daya Manusia Unggul: Memperkuat sumber daya manusia yang unggul dan produktif.
3. Kehidupan Masyarakat Beradab: Meningkatkan kehidupan masyarakat beradab, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Gubernur dan Wakil Gubernur diharapkan dapat memilih pejabat terbaik untuk mengisi jabatan tertentu, sehingga dapat melahirkan “Gemintang” di hari pelantikan hingga akhir jabatan periode pertama 2029 nanti. “Gemintang” dapat diartikan sebagai sesuatu yang indah, bercahaya, atau menjadi pusat perhatian.

BACA JUGA  Ada Surprise untuk Guru pada Peringatan Hari Guru di SMKN 1 Padang Cermin

Pelantikan Marindo Kurniawan sebagai Sekretaris Daerah dua pekan lalu dapat menjadi modal untuk menjadi “Gemintang”. Kehadiran Marindo diharapkan dapat memudahkan gubernur untuk memutuskan deretan ‘bintang-bintang’ yang sebentar lagi diamanahkan.

Kembalinya Ganjar Jationo menjadi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik disambut hangat oleh kalangan wartawan dan pegawai di dinas tersebut. Semoga reaksi positif juga dapat terjadi pada pelantikan berikutnya, dan Pemprov Lampung dapat mencapai tujuan “Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas 2045”.(*)

Further reading

  • Betapa Mahal Alam Membalas

    Meski air sudah surut. Tetapi, duka cita warga dan keluarga korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, belum pulih benar. Pemulihan pascabencana (disaster recovery) itu yang amat berat! (Lontar.co): Trauma oleh bencana, tak mudah menghapusnya. Seorang kenalan yang langsung terlibat dalam bencana tsunami di Aceh 26 Desember 2024, “luka”-nya sampai kini belum pulih. Seluruh […]
  • Ijazah, Hanya Satu Kata, Tunjukkan!

    Di Kantin Nusantara TIM Jakarta, suatu hari di bulan September 2025, obrolan dari seni, sastra, dan akhirnya sampai ke soal ijazah. Masalahnya yang menyita publik Indonesia berbulan-bulan, namun belum ada celah untuk mendapatkan cahaya! (Lontar.co): Kawan, yang juga sastrawan dan akademisi di suatu perguruan tinggi swasta di Jakarta itu, sampai pada statemen bahwa ijazah Joko […]
  • In Memoriam Tjahjono Widarmanto:  Membaca Tanda ‘Senja Cokelat Tua’  

    Tiba-tiba saya teringat puisi Tjahjono Widarmanto — kembaran Tjahjono Widijanto, keduanya sastrawan, dimuat KBANews, tatkala saya baca kabar lelayu yang dibagikan Tengsoe Tjahjono di FB-nya, Kamis 27 November 2025 pagi. Nama yang disebut terakhir juga sastrawan. Ketiganya adalah akademisi.  (Lontar.co): Puisi itu berjudul “Angin, Malam, dan Catatan Beku”. Ini puisi lengkap Tjahjono Widarmanto (selanjutnya saya sebut […]