Ilustrasi PNS muda yang mesti waspada agar tak tergelincir saat meniti karir. (Lontar.co)

Diamlah, Maka Kau Naik Pangkat

About Author
0 Comments

Dulu aku kira jadi PNS itu harus rajin, aktif, loyal. Tapi ternyata yang cepat naik pangkat justru yang cepat menghilang.

Ada rekan kerja di kantor. Dia datang tepat waktu, kerja cepat, penuh inisiatif. Hasilnya? Dicurigai. Dibilang terlalu menonjol. Dianggap “nggak paham ritme birokrasi.”

Sementara yang kerjanya ngopi, kabur pas jam apel, dan menguasai jurus “izin ke luar bentar” justru dianggap dewasa secara organisasi. Kenapa? Karena tidak mengganggu kestabilan status quo.

Lama-lama aku sadar, sistem ini bukan menghargai kinerja, tapi kemampuan bertahan hidup. Yang penting tidak bikin masalah. Diam. Duduk. Tanda tangan kalau disuruh. Senyum saat difoto.Bonus kalau bisa ikut nyumbang pas acara ulang tahun atasan.

Jadi kalau kamu PNS baru dan idealis, tenang aja. Luruskan niatmu. Tapi jangan terlalu lurus. Karena di kantor pemerintah, yang terlalu lurus biasanya cepat disalip.(*)

Further reading

  • Betapa Mahal Alam Membalas

    Meski air sudah surut. Tetapi, duka cita warga dan keluarga korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, belum pulih benar. Pemulihan pascabencana (disaster recovery) itu yang amat berat! (Lontar.co): Trauma oleh bencana, tak mudah menghapusnya. Seorang kenalan yang langsung terlibat dalam bencana tsunami di Aceh 26 Desember 2024, “luka”-nya sampai kini belum pulih. Seluruh […]
  • Ijazah, Hanya Satu Kata, Tunjukkan!

    Di Kantin Nusantara TIM Jakarta, suatu hari di bulan September 2025, obrolan dari seni, sastra, dan akhirnya sampai ke soal ijazah. Masalahnya yang menyita publik Indonesia berbulan-bulan, namun belum ada celah untuk mendapatkan cahaya! (Lontar.co): Kawan, yang juga sastrawan dan akademisi di suatu perguruan tinggi swasta di Jakarta itu, sampai pada statemen bahwa ijazah Joko […]
  • In Memoriam Tjahjono Widarmanto:  Membaca Tanda ‘Senja Cokelat Tua’  

    Tiba-tiba saya teringat puisi Tjahjono Widarmanto — kembaran Tjahjono Widijanto, keduanya sastrawan, dimuat KBANews, tatkala saya baca kabar lelayu yang dibagikan Tengsoe Tjahjono di FB-nya, Kamis 27 November 2025 pagi. Nama yang disebut terakhir juga sastrawan. Ketiganya adalah akademisi.  (Lontar.co): Puisi itu berjudul “Angin, Malam, dan Catatan Beku”. Ini puisi lengkap Tjahjono Widarmanto (selanjutnya saya sebut […]