Martabak lezat kadang malah jadi larangan bagi yang diet. (Ilustrasi: Lontar.co)

Diet dan Dosa Martabak

About Author
0 Comments

Aku pernah niat diet. Pagi makan pepaya, siang makan tahu, malam martabak telor dobel keju. Soalnya kalau cuma makan pepaya terus, rasanya kayak hidup di tayangan kesehatan tanpa iklan.

Temanku bilang, kuncinya adalah self control. Tapi aku pikir, dosa itu nggak terasa dosa kalau bentuknya martabak. Dia dateng hangat, aromanya religius, dan isinya menggetarkan iman.

Akhirnya aku bikin kesepakatan damai dengan tubuh bahwa siang boleh sehat, malam boleh sesat. Karena kalau terlalu ketat jaga pola makan, nanti bisa stress. Kalau stress bisa ngemil. Kalau ngemil ya martabak lagi.(*)

Further reading

  • Betapa Mahal Alam Membalas

    Meski air sudah surut. Tetapi, duka cita warga dan keluarga korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, belum pulih benar. Pemulihan pascabencana (disaster recovery) itu yang amat berat! (Lontar.co): Trauma oleh bencana, tak mudah menghapusnya. Seorang kenalan yang langsung terlibat dalam bencana tsunami di Aceh 26 Desember 2024, “luka”-nya sampai kini belum pulih. Seluruh […]
  • Ijazah, Hanya Satu Kata, Tunjukkan!

    Di Kantin Nusantara TIM Jakarta, suatu hari di bulan September 2025, obrolan dari seni, sastra, dan akhirnya sampai ke soal ijazah. Masalahnya yang menyita publik Indonesia berbulan-bulan, namun belum ada celah untuk mendapatkan cahaya! (Lontar.co): Kawan, yang juga sastrawan dan akademisi di suatu perguruan tinggi swasta di Jakarta itu, sampai pada statemen bahwa ijazah Joko […]
  • In Memoriam Tjahjono Widarmanto:  Membaca Tanda ‘Senja Cokelat Tua’  

    Tiba-tiba saya teringat puisi Tjahjono Widarmanto — kembaran Tjahjono Widijanto, keduanya sastrawan, dimuat KBANews, tatkala saya baca kabar lelayu yang dibagikan Tengsoe Tjahjono di FB-nya, Kamis 27 November 2025 pagi. Nama yang disebut terakhir juga sastrawan. Ketiganya adalah akademisi.  (Lontar.co): Puisi itu berjudul “Angin, Malam, dan Catatan Beku”. Ini puisi lengkap Tjahjono Widarmanto (selanjutnya saya sebut […]